Cimahi, 26 Juni 2025 – Sebanyak 135 siswa kelas 10 dari SMA Edu Global Bandung dan Cirebon mengikuti kegiatan Pembinaan Karakter Intensif (PKIn) selama 6 hari 6 malam yang diselenggarakan di PUSDIKPOM (Pusat Pendidikan Polisi Militer) Cimahi, yang berlokasi di Jl. H.M.S. Mintaredja, S.H., Baros, Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat. Kegiatan ini menjadi bagian dari program sekolah dalam membentuk generasi muda yang tangguh secara fisik, mental, dan moral, serta memiliki karakter yang kuat untuk menghadapi tantangan masa depan.
Pemberangkatan dan Hari Pertama (Minggu, 20 Juni 2025)
Kegiatan dimulai pada hari Minggu pukul 14.00 WIB, saat seluruh peserta berkumpul di kampus SMA Edu Global. Dengan semangat tinggi, para siswa diberangkatkan menuju PUSDIKPOM Cimahi, tempat berlangsungnya seluruh rangkaian kegiatan. Setibanya di lokasi, para peserta menjalani proses registrasi, cek kesehatan, dan pembagian pleton. Suasana penuh antusias terlihat ketika mereka mulai mengikuti pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) sebagai pengenalan awal terhadap disiplin militer. Hari pertama ditutup dengan latihan untuk upacara pembukaan yang akan dilaksanakan keesokan harinya.
Hari Kedua: Upacara Pembukaan dan Hari Kedua Pendidikan (Senin, 21 Juni 2025)
Sejak pukul 04.00 pagi, peserta memulai hari dengan kegiatan pembersihan, ibadah pagi, senam bersama, dan apel. Udara sejuk Cimahi pagi itu menemani semangat peserta menyambut upacara pembukaan yang dilaksanakan secara khidmat. Upacara ini dihadiri oleh guru dari SMA Edu Global Bandung dan Cirebon, manajemen Yayasan Kreasi Edulab Indonesia, dan perwira dari PUSDIKPOM Cimahi.
Setelah upacara, pendidikan karakter resmi dimulai. Para siswa terlibat dalam kegiatan bonding per pleton yang bertujuan mempererat kerja sama tim. Mereka juga mendapatkan sesi perkenalan instansi PUSDIKPOM, serta pematerian mengenai PBB, Tata Upacara Sekolah (TUS), dan Wawasan Nusantara yang membuka cakrawala berpikir mereka tentang pentingnya cinta tanah air dan kebangsaan.
Hari Ketiga: Pendidikan Ketahanan Nasional dan Bahaya Narkoba (Selasa, 22 Juni 2025)
Hari Ketiga pendidikan kembali dimulai pada pukul 04.00. Setelah rutinitas pagi, siswa menerima materi tentang Ketahanan Nasional, sebagai bentuk penguatan identitas dan jati diri bangsa. Materi ini disampaikan dengan pendekatan interaktif, sehingga siswa tidak hanya mendengarkan tetapi juga terlibat secara aktif.
Hari Keempat: Mitigasi dan Bela Diri (Rabu, 23 Juni 2025)
Hari Rabu menjadi hari pelatihan fisik dan taktis. Siswa mempelajari materi mitigasi bencana alam, pentingnya kesehatan lapangan, serta praktik bela diri taktis. Dalam sesi bela diri, peserta diajarkan teknik dasar untuk menjaga diri dalam situasi darurat secara efektif dan bertanggung jawab.
Mereka juga mendapatkan pembelajaran tentang tata cara upacara militer, yang melatih kepekaan terhadap detail, tata tertib, dan penghormatan terhadap simbol-simbol negara. Hari ini menjadi salah satu hari terfavorit bagi siswa karena kombinasi antara tantangan fisik dan penguatan nilai disiplin.
Hari Kelima: Pelatihan Lapangan di Cikole (Kamis, 24 Juni 2025)
Pada hari Kamis, suasana berubah ketika siswa dibawa ke daerah latihan di Cikole untuk pengalaman lapangan yang lebih intens. Di tengah alam terbuka, mereka mengikuti Jungle Track, pelatihan Mountaineering, serta navigasi darat untuk mengasah kemampuan bertahan hidup.
Mereka juga melakukan pemasangan tenda, latihan caraka malam, dan mendapatkan materi survival, semuanya dirancang untuk melatih keberanian, kemandirian, serta ketangguhan mental dan fisik. Dalam suasana hutan yang hening dan menantang, siswa belajar mengandalkan diri sendiri dan teman satu tim untuk melewati setiap rintangan.
Hari Keenam: Pakta Integritas dan Api Unggun (Jumat, 25 Juni 2025)
Usai bermalam di Cikole, seluruh peserta kembali ke PUSDIKPOM pada pukul 09.00 WIB. Hari ini menjadi titik reflektif dengan agenda penandatanganan Pakta Integritas, di mana setiap siswa menyatakan komitmennya terhadap perubahan karakter yang telah dibentuk selama kegiatan.
Siangnya, mereka berlatih untuk demonstrasi penutupan, dan malam harinya, sebuah momen emosional terjadi saat seluruh siswa berkumpul dalam api unggun. Dalam suasana penuh kehangatan dan cahaya, mereka diajak merenung, mengingat kembali proses yang telah mereka lalui, dan menyampaikan pesan serta harapan satu sama lain. Api unggun menjadi simbol semangat yang menyala dalam jiwa mereka sebagai generasi penerus bangsa.