Bandung, September 2026 - Belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Terkadang, pengalaman terbaik justru hadir ketika siswa berani keluar dari zona nyaman, bertemu dengan lingkungan baru, mengenal budaya yang berbeda, dan melihat dunia dari perspektif yang lebih luas. Hal tersebut menjadi semangat utama Overseas Immersion Programme 2026 - Goes to Perth, Australia, yang dilaksanakan pada 5 – 20 September 2026 dengan mengusung tema:
“See More, Learn More, Become More.”
Selama kurang lebih dua pekan, siswa SMA Edu Global mendapatkan kesempatan untuk merasakan secara langsung pengalaman belajar dan kehidupan di Australia melalui school immersion, host family experience, cultural exchange, university visits, hingga berbagai educational and cultural activities.
Program ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam memberikan international exposure sekaligus memperkenalkan global perspective kepada siswa, sejalan dengan visi dan misi SMA Edu Global.
More Than Just a Trip
Overseas Immersion Programme bukan sekadar perjalanan ke luar negeri. Program ini dirancang sebagai sebuah pengalaman pembelajaran yang mengintegrasikan academic learning, English development, character building, independence, cultural awareness, communication, dan talents development dalam satu rangkaian kegiatan.
Selama berada di Perth, siswa tidak hanya mengunjungi berbagai tempat, tetapi benar-benar menjalani pengalaman sebagai bagian dari lingkungan baru. Mereka tinggal bersama Australian host parents, mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah Australia, berinteraksi dengan siswa setempat, menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari, mengunjungi universitas, serta mengenal kehidupan dan budaya masyarakat Perth. Dengan demikian, hampir setiap aktivitas menjadi bagian dari proses pembelajaran.
Living with Australian Host Families
Salah satu pengalaman utama dalam program ini adalah kesempatan siswa untuk tinggal bersama Australian host families. Bagi siswa, tinggal bersama host family menjadi pengalaman yang berbeda dari kehidupan mereka sehari-hari di Indonesia. Mereka belajar beradaptasi dengan kebiasaan keluarga yang berbeda, berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dalam situasi sehari-hari, mengikuti rutinitas keluarga, serta bertanggung jawab terhadap kebutuhan pribadi.
Dari pengalaman sederhana seperti sarapan bersama, perjalanan menuju sekolah, berbincang setelah kegiatan, hingga makan malam bersama keluarga, siswa belajar bahwa komunikasi dan kemampuan beradaptasi merupakan bagian penting dari kehidupan. Pengalaman ini juga mendorong siswa untuk menjadi lebih Independent, Responsible, Adaptable, Communicative, Resilient and Open-minded. Inilah salah satu bentuk pembelajaran yang tidak dapat sepenuhnya diperoleh hanya melalui buku atau pembelajaran di kelas.
One Week of School Immersion
Pada pekan pertama, siswa mengikuti pengalaman pembelajaran di dua lingkungan sekolah yang berbeda, yaitu Anglican School dan Peter Moyes Anglican Community School. Kedua program memberikan pengalaman yang berbeda, namun memiliki tujuan yang sama yaitu memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar dan berinteraksi secara langsung dalam lingkungan pendidikan Australia.
Siswa yang mengikuti program di Anglican School mendapatkan pembelajaran bahasa Inggris melalui English Course di pusat bahasa Anglican School. Pembelajaran berfokus pada pengembangan kemampuan speaking, listening, dan day-to-day English conversation. Selain pembelajaran bahasa, siswa juga mengikuti berbagai kegiatan seperti Australian Curriculum, Leadership Workshop, Entrepreneurship Workshop, STEM Workshop, Speaking Practice, serta aktivitas interaksi dengan international students.
Lingkungan pembelajaran yang menggunakan bahasa Inggris secara langsung memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempraktikkan kemampuan bahasa mereka dalam konteks yang nyata. Mereka tidak hanya belajar how to speak English, tetapi juga belajar how to communicate, how to express ideas, and how to interact confidently with people from different backgrounds.
Sementara itu, siswa lainnya mengikuti immersion programme di Peter Moyes Anglican Community School. Dalam program ini, siswa belajar bersama siswa-siswi kelas XI Peter Moyes dan mengikuti kegiatan pembelajaran selama satu pekan.
Salah satu pengalaman yang menarik adalah adanya buddy system, di mana setiap dua-tiga siswa EGS mendapatkan satu buddy dari Peter Moyes. Melalui sistem ini, siswa dapat berinteraksi lebih dekat dengan siswa Australia. Mereka berbagi cerita, berdiskusi, mengikuti kegiatan sekolah, dan mengenal kehidupan pelajar di Australia dari sudut pandang teman sebaya. Pengalaman tersebut membuat proses cultural exchange terasa lebih nyata.
Siswa tidak hanya melihat budaya Australia sebagai sesuatu yang mereka amati dari luar, tetapi mengalami langsung bagaimana kehidupan sekolah, interaksi antarsiswa, dan kebiasaan sehari-hari berlangsung di sana.
Discovering Perth Through Educational Experiences
Setelah menyelesaikan rangkaian school immersion, siswa melanjutkan perjalanan dengan berbagai kegiatan educational visits dan cultural experiences di Perth. Mereka mengunjungi berbagai destinasi dan institusi, di antaranya:
Edith Cowan University (ECU)
Siswa mengunjungi ECU Joondalup Campus dan ECU City Campus. Di Joondalup, siswa mengenal lingkungan kampus yang lebih luas dan tenang serta berbagai bidang studi seperti engineering, medical, dan science. Sementara itu, ECU City Campus memberikan pengalaman berbeda karena berada di kawasan pusat kota dan memperkenalkan bidang seperti Business, Law, Arts, dan Film.
Kunjungan ini memberikan siswa gambaran bahwa pengalaman universitas dapat berbeda sesuai dengan lingkungan kampus dan bidang studi yang dipilih.
The University of Western Australia (UWA)
Kunjungan berikutnya adalah ke The University of Western Australia (UWA). Melalui university visit ini, siswa mendapatkan kesempatan untuk mengenal lingkungan perguruan tinggi dan mendapatkan gambaran mengenai kehidupan akademik di universitas Australia.
Murdoch University
Di Murdoch University, siswa mengikuti kegiatan University Sit-In. Siswa mendapatkan kesempatan untuk merasakan suasana pembelajaran di universitas sekaligus mengenal lebih dekat kehidupan akademik di tingkat perguruan tinggi. Rangkaian kegiatan di Murdoch juga dilengkapi dengan Farewell Ceremony, Students Talent Show, Closing Ceremony, Cultural Exhibition, dan kegiatan olahraga bersama.
Exploring Culture, History, and Community
Pembelajaran tidak berhenti di sekolah dan universitas. Siswa juga diajak mengeksplorasi berbagai tempat di Perth seperti King's Park, Caversham, Fremantle Beach, dan WA Museum Boola Bardip. Melalui kegiatan tersebut, siswa memperoleh kesempatan untuk mengenal lingkungan, sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat Perth.
Salah satu kegiatan yang juga memberikan pengalaman sosial dan cultural exchange adalah interaksi dengan international students melalui StudyPerth Student Hub dalam rangkaian kegiatan R U OK? Day. Kegiatan-kegiatan ini membantu siswa memahami bahwa keberagaman merupakan bagian dari kehidupan masyarakat global.
Bringing Indonesian Culture to PerthInternational exposure bukan hanya tentang belajar budaya negara lain. Siswa juga belajar bagaimana membawa dan memperkenalkan budaya mereka sendiri. Dalam rangkaian kegiatan Cultural Exhibition dan Students Talent Show, siswa mendapatkan kesempatan untuk menampilkan bakat dan budaya Indonesia.
Salah satu kegiatan di Murdoch University juga diisi dengan Traditional Dance Performance. Selain itu, siswa mengunjungi Indonesian Consulate di Perth dan mendapatkan kesempatan untuk mengenal peran perwakilan Indonesia di luar negeri.
Melalui pengalaman tersebut, siswa belajar bahwa menjadi bagian dari masyarakat global tidak berarti meninggalkan identitas budaya sendiri. Sebaliknya, siswa diharapkan mampu mengenal dunia sekaligus memiliki rasa bangga terhadap budaya dan identitasnya.
Building Character Through Real-Life Experiences
Salah satu tujuan penting Overseas Immersion Programme 2026 adalah character building. Berbagai nilai yang menjadi bagian dari program tidak hanya dipelajari secara teoritis, tetapi dipraktikkan selama perjalanan.
Mulai dari menerapkan 5S – Salam, Senyum, Sapa, Sopan, dan Santun, menjaga integritas, menjalankan tanggung jawab, meningkatkan komunikasi, membangun ketahanan, hingga mengembangkan kesadaran terhadap keberagaman budaya.
Ketika siswa harus beradaptasi dengan host family, mereka belajar kemandirian. Ketika mereka harus berkomunikasi dengan orang dari negara lain, mereka belajar keberanian dan komunikasi. Ketika mereka menghadapi kebiasaan yang berbeda, mereka belajar menghargai keberagaman. Dan ketika mereka menjalani perjalanan bersama teman-temannya selama dua pekan, mereka belajar mengenai tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian terhadap orang lain.
From Perth, They Bring Home More Than Memories
Dua pekan di Perth akhirnya menjadi perjalanan yang lebih dari sekadar pengalaman mengunjungi Australia. Para siswa mendapatkan kesempatan untuk melihat dunia dari perspektif yang lebih luas, belajar dari lingkungan yang berbeda, bertemu dengan orang-orang dari berbagai latar belakang, serta menggunakan bahasa Inggris dalam kehidupan nyata.
Mereka juga belajar untuk hidup lebih mandiri, mengenal sistem pendidikan Australia, menjalin persahabatan lintas budaya, dan yang tidak kalah penting, belajar mengenal diri mereka sendiri. Karena pada akhirnya, makna dari sebuah perjalanan bukan hanya tentang seberapa jauh kita pergi, tetapi tentang seberapa banyak kita belajar dan bagaimana pengalaman tersebut membentuk diri kita menjadi pribadi yang lebih baik.
Inilah makna dari tema “See More, Learn More, Become More” melalui See More, siswa diajak untuk melihat dunia dengan perspektif yang lebih luas. Melalui Learn More, mereka belajar menjadikan setiap tempat, orang, dan pengalaman sebagai sumber pembelajaran. Dan melalui Become More, mereka diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri, percaya diri, bertanggung jawab, terbuka, dan siap menghadapi dunia global.
Overseas Immersion Programme 2026 telah selesai dilaksanakan pada 5 - 20 September 2026. Namun, perjalanan tersebut bukanlah akhir. Pengalaman yang diperoleh di Perth diharapkan menjadi bekal bagi siswa untuk melanjutkan perjalanan pendidikan mereka, menghadapi berbagai tantangan di masa depan, dan menjadi bagian dari generasi yang mampu berpikir secara global dengan tetap membawa nilai dan identitas yang mereka miliki.